Back To Thibb An Nabawi

Posted: Desember 21, 2010 in Uncategorized

Sakit dan ke dokter nampaknya telah menjadi sebuah pasangan kata yang serasi. Seolah-olah telah tersuggestikan di alam bawah sadar kita bahwa jika kita sakit maka kita harus ke dokter. Ada yang berdalih bahwa ke dokter merupakan salah satu ikhtiar untuk mencapai kesembuhan. Zaman Nabi kan gak ada dokter!!. Begitu kira-kira bunyi dalih mereka yang memang hobi kedokter jika mereka menderita suatu penyakit. Betulkah zaman Nabi SAW tidak ada dokter yang buka praktek pada masa itu?? .

Sejarah mencatat bahwa ketika Raja Mesir
mengirimkan Maryam Al Qibthiyyah kepada Rasulullah SAW untuk menjadi salah satu istrinya. Sang Raja juga mengirimkan seorang dokter untuk melayani berbagai keluhan penyakit masyarakat Madinah. Dua tahun sudah dilalui oleh sang dokter. Klinik tempat ia membuka praktik diluar dugaannya ternyata sepi dari para pasien. Akibat hal tersebut sang dokter itu pun akhirnya memutuskan untuk hijrah kembali ke negeri asalnya Mesir.

Dewasa ini banyak jenis pengobatan dan penyembuhan yang sudah diciptakan oleh manusia. Dari mulai metode akupunturnya negeri tirai bambu sampai dengan metode kerokan dari negeri tercinta ini. Ilmu kedokteran kini telah mampu membuat alat yang sedemikian canggih dan modern guna menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit. Ratusan macam obat pun telah diproduksi massal untuk memerangi sebuah kata yang berbunyi penyakit. Tetapi adakah dari semua hal itu yang dapat mengalahkan pengobatan ala Nabi Muhammad SAW?

Inti dari pengobatan ini adalah tawakkal dan menyandarkan semua kesembuhan kepada Allah SWT. Dalam QS 26 : 80 Allah berfirman Dan apabila aku sakit. Dialah yang menyembuhkan Aku. Tauhid dalam Islam dipandang sebagai hal yang teramat penting. Banyak orang yang tergelincir jatuh ke dalam lubang kesyirikan karena menghilangkan nilai tauhid tersebut. Penting kita kecamkan dalam pikiran kita bahwa Allah-lah yang maha menyembuhkan bukan obat, dokter, ataupun dukun yang kita kunjungi. Berobat dengan cara apapun yang dapat menjauhkan manusia dari nilai-nilai keimanan berarti ia telah keluar dari Thibun Nabawi. Falsafah dasar dari Thibbun Nabawi adalah bagaimana sakit menjadi awal dari hidayah, sehat untuk beribadah, dan mati dalam keadaan chusnul khotimah. Umat Islam akan seluruhnya selamat apabila ia mengamalkan seluruh sunnah dari Nabi SAW tercinta.

Anehnya sering kita jumpai dalam acara-acara TV bahwa pengobatan cara Nabi SAW ini dianggap sebagai pengobatan alternatif. Padahal Ibnu Qoyyum pernah berkata “Pengobatan cara Nabi SAW tidak seperti layaknya pengobatan lain. Pengobatan cara Nabi SAW bersifat pasti dapat diyakini, bernuansa Illahi, berasal dari wahyu, misykat nubuwwah serta kesempurnaan akal (bukan mengikuti hawa nafsu lihat An Najm 3-4). Sedangkan metode pengobatan lain lebih banyak bersifat mengira, uji coba, suggesti serta dugaan belaka. Metode-metode tersebut hanya mengikuti hawa nafsu manusia yang boleh jadi tidak didampingi oleh nilai-nilai keimanan. Dengan demikian harus kita yakini mulai saat ini bahwa Thibbun Nabawi adalah pengobatan yang paling utama bukan hanya sekedar alternatif atau pilihan semata.

Dalam pandangan Islam tidak ada satu jenis penyakit apapun yang tidak ada obatnya. Rasulullah SAW bersabda (terjemahan) Berobatlah kalian wahai hamba-hamba Allah, karena Allah SWT tidak menciptakan penyakit melainkan juga menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja yaitu penyakit tua (HR Abu Dawud). Dalam riwayat lain Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat suatu penyakit tepat untuk suatu penyakit maka ia akan sembuh dengan seizin Allah ‘Azza wa Jalla (HR Muslim). Seyogyanya kita sebagai umat Islam harus betul-betul meyakini hadits tersebut. Jangan termakan issu atau malah menjadi juru kampanye dari paham-paham yang menyatakan ada jenis penyakit tertentu yang tidak ada obatnya.

Metode Thibbun Nabawi terbebas dari unsur-unsur yang bersifat haram. Dalam surat Al Baqoroh 168 Allah berfirman “wahai manusia! makanlah dari yang halal dan baik. Janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu. Ironisnya banyak obat-obatan yang beredar di keluarga-keluarga muslim terpengaruh dari unsur yang haram dan membahayakan. Betapa banyak obat-obatan yang dicampur dengan alkohol sebagai pelarutnya. Atau betapa banyaknya unsur-unsur babi yang terdapat di berbagai obat yang sering dikonsumsi oleh pribadi-pribadi muslim yang tersebar dibelahan bumi ini. Bukankah Rasulullah SAW pernah bercerita tentang seorang laki-laki yang menempuh perjalanan yang panjang, badannya kusut dan berdebu, ia mengangkat tangannya ke langit sambil berdo’a “Robbi, Robbi!!” Sedangkan makanannya haram, minumannya haram , pakaiannya haram, dan ia dikenyangkannya dengan yang haram, maka mana mungkin do’anya akan dikabulkan??. (HR Muslim)

Na ‘udzubillah..

Wahai orang-orang beiman masuklah kamu kedalam agama Islam secara keseluruhan , dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh ia musuh yang nyata bagimu (Al Baqoroh 208). Allah telah memerintahkan kita untuk secara totalitas dalam beragama. Islam adalah agama rahmat yang mempunyai solusi di segala bidang. Dalam dunia ekonomi agama ini telah memainkan perannya dalam bentuk syariah ekonomi. Dalam bidang pengobatan pun sudah ada Thibbun Nabawi yang Insya Allah dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan dalam dunia kesehatan yang terjadi belakangan ini. Pengamalan Thibbun Nabawi merupakan suatu bentuk kesempurnaan keislaman seseorang. Apabila ada seorang Kiyai yang sudah berpuluhan tahun belajar dan mengajarkan. Bahkan sudah sampai ke langit ketujuh lantas ketika ia sakit kepala ia segera meminum obat Panadol atau ketika batuk meminum obat komix. Apakah sempurna nilai keislamannya??

Dan Allah jua lah yang lebih mengetahui segala sesuatu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s