Stop Makan Sebelum Kenyang

Posted: Maret 1, 2011 in artikel

Assalamualaikum
Berabad-abad lalu, Rasullulah SAW pernah bersabda, berhentilah makan
sebelum kenyang. Ternyata, dari hasil sebuah riset terbaru menemukan bukti, bahwa dengan porsi makan lebih rendah, harapan hidup bisa meningkat dua perlima.

Semua orang pasti ingin hidup lebih panjang, dan berbagai upaya dicari untuk menuju ke sana. Salah satunya dari sikap makan. Tubuh kita merupakan otobiagrafi dari apa yang kita makan. Rakus dan banyak makan menyimpan banyak penyakit. Di samping itu, banyak makan berarti membiarkan lebih banyak racun masuk ke dalam tubuh. Pasalnya, dari dulu hingga sekarang banyak bahan makanan berbahaya ditemukan dalam menu harian kita. Bahkan, menu modern sekalipun tak luput dari hal tersebut. Baru-baru ini, misalnya, racun dioxin ternyata terdapat pada semua menu berlemak. Padahal, WHO, mengatakan bahwa dioxin merupakan pencetus kanker selain merusak sistem saraf, hati dan hormon reproduksi. Hal baru lainnya, bahwa potato chip (keripik kentang) dan kentang goreng, dua jenis makanan itu ternyata positif mengandung racun acrylamide yang tergolong zat pencetus kanker. Zat acrylamide yang merupakan bahan pembuat plastik dan pewarna timbul akibat
suhu tinggi saat menggoreng kentang. Kentang sendiri mengandung asparagine, jika dipanaskan maka akan berubah menjadi acrylamide. Racun juga masuk ke dalam bumbu penyedap seperti saus tomat, sambal botol, kecap, tahu
dan panganan industri rumahan yang terdeteksi kedapatan zat Rhodamine-B, zat untuk mewarnai tekstil. Bahan pengawet mayat,formalin, pun sudah dipakai untuk menambah segar mie, tahu, ikan laut dan sebagainya. Bahkan, ikan asin juga tak luput dari olesan zat nitrosamin, zat pencetus kanker. Kembali soal makan dengan porsi lebih sedikit. Stewart Frankel, periset dari Universitas Yale menyimpulkan dari hasil penelitiannya terhadap berbagai kapang, cacing, serangga dan mamalia, bahwa dengan porsi makan lebih sedikit akan mengoptimalkan umur (life-span) 33-50 persen ketimbang yang rakus makan. Diduga hal yang sama juga bisa terjadi pada
manusia. Ada dua gen kunci yang menentukan umur bisa direntangkan lebih optimal yakni Rpd3 (histone deacetylase) dan Sir2. Kadar Rpd3 yang rendah dan Sir2 yang tinggi menentukan bisa lebih optimalnya umur seseorang direntangkan. Oleh karena itu, makan banyak berarti meninggikan Rpd3 yang bikin umur tidak bisa lebih panjang. Maka agar umur merentangkan lebih panjang, kadar Rpd3 harus diturunkan dengan mengurangi makan. Orang bisa tidak perlu mengurangi makan jika berhasil menurunkan kadar enzim Rpd3. Untuk itu sedang diteliti terus hadirnya obat yang bisa menekan enzim Rpd3 dalam badan. Kini, sedng diteliti kemungkinan ‘phenylbutyrate’ menekan enzim Rpd3 sehingga orang masih mungkin mengoptimalkan panjang umurnya sambil tetap bisa makan banyak.
Namun, selama obat belum ada, dan agar umur kita bisa direntangkan secara optimal, pilihannya cuma satu, stop makan sebelum kenyang, tidak lapar mata, atau punya hobi doyan ditraktir, dan kepingin makan terus kendati tidak sedang lapar.

Wallahu a’lam bis-shawwab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s